December 25, 2006

Getting Lombok

BANDUNG-Yiiihaaa.... akhirnya gw bikin tulisan tentang Lombok. Setelah janji sekian lama. Ternyata susah juga ya.. soalnya gw takut salah ngasi informasi dan gak lengkap. Langkah pertama yang paling penting adalah, bagaimana sampai ke Lombok. Masalah ntar penginapan, tempat wisata, dll menyusul deh. Mau kalian terdampar, terlantar di lombok terserah. Yang penting sekarang, gimana caranya kesana dulu. Jadi, kalo mo informasi tentang Lombok lo bisa searching di google pake 'how to get to lombok'. ini ada situs bagus, lumayan www.lombok-network.com. Atau buka blog2 yang banyak nyeritain perjalanan2 mereka ke lombok.
Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan menuju Lombok. Yup, mulai dari cara paling kere ampe cara paling tajir. Ada temen gw yang rela2 numpang2 naik turun truk, buat sampe kesana. Gw mau tulis cara yang ekstrim satu itu, tapi gak jadi, karena gw gak mau menjerumuskan kalian dalam lubang kesengsaraan. kekeke.... itu hanya buat yang advance alah... yah, pinter2 kalian sendiri dah. jadi, yg gw tawarkan sekarang adalah alternatif2 yang uummhh... menengah ke atas. Aman. Dan teruji. terhitung berangkat dari bandung.
CARA AGAK KERE
Banyak angkutan masyarakat yang menunjang kocek kita. Seperti kereta api dan bis. tapi, belum ada bis yang langsung menghubungkan Bandung-Mataram. Apalagi kereta api, belum ada tu kereta api yang rel nya ampe pulau Lombok. Nah, kalian bisa pilih, kota transit yang kalian mau. Mana yang lebih familiar. Jogja. Surabaya. atau denpasar.
Kalo transit Surabaya, dari Bandung kalian bisa pake kereta, bisnis (yang standard) sekitar 90-100 ribu. Klo mau uji nyali pake yang ekonomi sekalian, sekitar 25-30 ribu. Terus dari Surabaya pake bis menuju Lombok, banyak pilihannya, salah satunya Titian Mas. Harga tiketnya 175.000. Tiba di Lombok bisnya berenti di Terminal Sweta yang jaraknya sekitar 30 menit ke kota Mataram, menuju kota bisa pake bemo (istilahnya angkot), atau… pake taksi. Taksi di Mataram udah ada Blue Bird kok.
Buat sekarang, gw kasi contoh yang transit denpasar. Dari Bandung ke Denpasar kalian bisa pake bis. Nikmatnya pake jalan darat, sepanjang perjalanan di Bali kalian akan ngeliat pemandangan sawah menghampar hijau… dan seni-seni patung di setiap perempatan lampu merah pulau ini. Benar2 pulau yang eksotik. Itung2 wisata tour alam sekalian.
Menurut kutipan dari sumber terpercaya, bokap gw :-P, “Cari bis malem dari bandung ke denpasar. Seperti pahala kencan(150.000). Dari bdg jam 3 sore. Sampai di denpasar pagi sekitar jam 9 pagi. Di terminal ubung. Ganti mobil angkutan umum siang. Kalo dapet yang jurusan singaraja, bisnya besar (Rp. 10.000) 1 jam. Berenti di pertigaan padang bai. Terus naik bemo kecil roda 4 ke pelabuhan (1000). Naik kapal (9.000 per orang). naik kapal sekitar jam 11. Mendarat di lombok jam 4 sore. Bemo nakal2. nunggu penumpang penuh. Lebih baik pake taksi (20000). Kalo tidak dapat bis besar di Ubung, maka naek colt, putih catnya, langsung ke pelabuhan. Cuma agak mahal 20000 kalo g salah.” Nah… bingung gak lo?
ESTIMATE: 200.000-275.000
PAKE MOBIL
Alasan kuat kenapa sebaiknya pake mobil:
• Rombongan banyak. Misalnya ber 8. Bakal lebih hemat pake mobil. • Punya kendaraan pribadi yang bisa dibawa jalan jauh. • Feel of travel nya lebih kerasa, kalian bisa mampir dimana pun kalian mau • Ada yang nyopir dan berpengalaman • Mempermudah transport waktu jalan2 di Lombok
Nah… Kalo sudah memutuskan pake mobil, mari kita mulai berhitung! Bensin untuk 1500 kilo (jarak kira2 Bandung-Mataram) berapakah habisnya? Karena 1 liter 8 kilo., jadi menghabiskan sekitrar 200 liter (plus jalan2nya). Apakah harga bensin masih 5000 per liter? Sehingga sehingga… ternyata ternyata… bensin menghabiskan 1.000.000 saudara saudara. Tapi jangan khawatir, kalian kan bersama2, jadi bisa patungan…
Pengeluaran selanjutanya, Penyebrangan di Ketapang (Jawa-Bali), 100.000. Padang Bai (Bali-Lombok) 650.000. sudah termasuk dengan penumpang yang berjumlah sekitar 8 orang, 9 dengan sopir.
Jangan lupa hitung makan! untuk 2 hari perjalanan. Misalnya, sehari 2 kali makan, sekali makan 10.000 (untung2an warung kecil/ kaki lima). Berarti 4 kali makan: 40000 per orang.
Jalur nya ada 2 alternatif, lewat Utara atau Selatan. Paling deket lewat Utara. Lewat selatan lebih jauh lagi. Cuma, kalo lewat utara banyak truk gandeng, kalo lewat selatan lebih sepi.
Jalur Utara: Bandung-Sumedang-Cirebon-Kudus-Semarang-Tuban-Gresik-Surabaya
Jalur Selatan: Bandung-Tasikmalaya-Jogja-Solo-Sragen-Ngawi-Caruban-Nganjuk-Kertosono-Jombang-Mojokerto-Kriyan-Surabaya.
Surabaya-Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi.
ESTIMATE PER ORANG. 240.000 per orang

Peta_mudik_2005_jawa_bali
PAKE PESAWAT
Dari Bandung: Merpati, Citi Link. Dari Jakarta: lebih banyak kemungkinan dan lebih murah. Tinggal telpon, booking, dijamin selamat sampai tujuan!
Buat jeng jeng yang gak mau bersimbah peluh dan terkena asap kenalpot, mending pake pesawat aja. Yuuuu….
ESTIMATE: 700.000
Jangan liat rumitnya, laksanakan dulu baru kalian merasakan nikmatnya. Selanjutnya mo gw tulis apa lagi tentang Lombok? Tempat wisata, penginapan atau apanya? Oia… tulisan ini membuka kritikan dan complain buat merevisi info yg salah. Karena, pengetahuan gw juga terbatas… Thankyu… Gw tunggu di Lombok oiiiii!!!!!

August 24, 2006

Manusia Ikan, Bapak Marjan

(Sadur dari tulisan tgl 17 Agustus 2006- Mataram)

GILI TERAWANGAN-"Bapak Sirup", kata bapak itu saat ditanya siapa namanya. Laki-laki usia 40 an, berkulit hitam, kurus, tapi terlihat sangat bugar itu tersenyum ramah. Membiarkan kami heran mendengar namanya, Sirup?? belakangan kami tau nama sebenarnya, bapak Marjan.

Bagaimana tidak hitam, kalau setiap hari kerjanya berenang di lautan. Gak peduli itu siang bolong, mendung atau tidak, sedang terik apa nggak. Bagi dia itu ladangnya mencari uang, dan gw yakin… Disitu juga hasrat hidupnya.

Kalau masih muda mungkin bisa disebut ‘anak pantai’. Tapi yang ini sudah tua. Kalau ‘Anak pantai’ biasanya suka pake celana Billabong, dkk-walopun palsu, rambut merah gimbal, plus gelang/kalung2 eksotik, atau pake pernak pernik khas kaum rasta. Tapi bapak Marjan, boro2 rambut gondrong, sama sekali gak pake aksesoris. Cuma atasan t-shirt orange berkerah, celana jeans, dan topi. Lebih mirip nelayan desa…

Disanalah kami berlima-gue, my bro, my pren, tahir, nena, dan agung-hari itu. Mengacuhkan kabar akan terjadinya gempa sekaligus tsunami, turun dari perahu boat kecil bersama penumpang lainnya, menginjak pasir putih di sebuah pulau kecil bernama Gili Terawangan. Salah satu dari 3 pulau kecil bersaudara, Gili Air, Gili Meno, dan Gili Terawangan itu sendiri. 3 Diamonds milik Lombok.

Suasana yang menyapa benar2 kehidupan pantai, sekaligus santai, sekaligus rasta, sekaligus internasional. Bayangkan saja orang2 dari segala negara berseliweran santai, pondok2 café berjejer yang menyetel lagu2 reggea Bob Marley atau UB40. Tanpa ada kendaraan bermotor sama sekali. Yang dipakai hanya Cidomo<semacam dokar>, atau sepeda atau… jalan kaki. Selain itu, kami tak tahan melihat airnya yang biru jernih. Di seberang sana, kami bisa melihat, Gili Meno dan pulau Lombok. Berenang aja bisa sampe kali ya… <halah… mau niru The Beach kale…>

Saat itu kami langsung disambut oleh Bapak Marjan. Intinya kami diberi guide singkat tentang pulau ini. Bapak marjan bekerja untuk salah seorang pemilik Café disana. Dino’s café.

Keluarga bpk Marjan sendiri ternyata tinggal di daratan Lombok, jadi tiap hari dia harus menyebrang untuk bekerja di gili. Selain melayani tamu, di depan Dino’s café si bapak juga beternak penyu. Katanya tanggal 19 nanti ada acara pelepasan/pembebasan 19 penyu ke laut. Ck.. ck.. ck…

Setelah siap dengan peralatan snorkel, kami segera-tidak sabaran- pengen nyebur. Bagi temen-temen gw, pembuktian akan promosi gw tentang pulau ini. Barang2 bawaan ditinggal di Dino’s Café sesuai dengan saran Bapak Marjan. Dia meyakinkan, tidak akan ada yang berani mencuri di pulau ini. Guess what apa hukuman bagi pencuri disini?! Dilukai kulitnya, dikasi garem, disuruh berenang lama2 di laut. Dan hukuman itu sudah pernah terjadi sekali. Syerreemmm…

Back to the story…

Jadilah hari itu bapak Marjan memandu kami snorkeling di pesisir Terawangan. Tanpa imbalan jasa, yang perlu dibayar adalah sewa peralatan snorkel dan pelampungnya.

Kami diajarkan untuk terbiasa dulu bernafas lewat mulut bukan hidung. Bernafas dengan pelan… Huuufff…. Haaahhh… "Bisa berenang atau gak, gak penting disini," menurut pak Marjan. bener juga, kita emang Cuma perlu mengapung dan mengikuti arus.

Setelah terbiasa dengan snorkel, perjalanan dimulai... bapak marjan, bikin iri… Dengan luwesnya berenang, nyelem, udah kaya ikan aja.

Berbagai pemandangan kami temui. Setiap penemuan membuat gue tersenyum, bahkan di dalam air. Senyuman pertama untuk rombongan ikan gepeng doreng2 kuning item. Tangan gue menggapai2, tapi, yah.. gak nyampe, keburu kabur ikannya. Senyuman selanjutnya untuk Tiger Fish, kemudian untuk penyu dan senyuman2 selanjutnya...

Rencananya cuma mau snorkeling di pesisir pantai terawangan aja. Tapi rencana berubah! Kami terlalu terpana oleh betapa terawangnya terumbu karang, ikan2 warna warni yang berenang berbarengan kesana… meliuk2… kemari…, ikan penyu yang berenang malas. Kami ingin lebih!Akhirnya tawaran Bapak Marjan, untuk snorkeling di 3 pulau sekaligus diterima.

Dengan kapal boat kami mulai menjelajah. Pertama, kapal berhenti di laut kawasan ‘Meno Wall’, kemudian ‘Karang gerigi’, terus ke ‘Gili er’.

Suatu saat di Meno Wall-melalui kacamata snorkel gue-pak Marjan terlihat berenang ke dasar laut, mengambil sesuatu. Bintang laut! Warna ungu! Lalu bapak Marjan membawanya ke permukaan. Sesaat gue denger suara cewe, Nena, tereak kegirangan. Gue juga mau teriak, tapi yang gue denger suara gue sendiri. Blup… Blup… Blup… Bodoh… Gue sadar gue masih di dalem air. Segera gue angkat kepala ke udara, melepas snorkel, tarik nafas dan berenang ke tempat Bapak Marjan, Nena dan yang lain mengagumi bintang laut itu.

Weiittts, tapi jangan salah ya. Semua yang lo liat di dalam laut itu gak ada yang boleh dibawa pulang atau dibawa ke daratan. Semuanya harus dikembalikan ke habitatnya. Seperti bintang laut tadi harus rela kami lepas lagi ke dasar laut. Jaga apa yang kamu cintai. Gw cinta laut, jadi gw gak mau ngerusak laut. Greenpeace!! hehehe...

Oya, favorit gw, gw nemuin ikan2 imut warna item, bintik putih. Corak kaya gini agak beda dari ikan lainnya.

Ada juga semacam kerang ukuran raksasa. Kami menemukan beberapa di satu tempat. Yang di moncongnya punya warna masing2. Ijo, merah, biru dll. Pak Marjan menyebutnya kalo gak salah… liyem.

Temen2 gue mendapat pengalaman yang tak terbayarkan oleh duit. Yang selama ini Cuma bisa liat di tipi, sekarang dialami sendiri. Melihat sendiri, indahnya terumbu karang beserta kehidupannya ternyata bukan hal yang gak mungkin…

Setelah kurang lebih 4 jam an snorkeling-padahal belum puas, tapi kami harus segera pulang. Kapal pun berlabuh di Gili Air. Bpk Marjan kayanya emang preman sini. Semua kenal Bapak Marjan.

Setelah sebelumnya melihat lomba mendayung sampan penduduk di Gili Air. Kemudian kami telah mendarat di Lombok dan memutuskan cepat pulang. Ternyata di depan ada macet karena pawai hari kemerdekaan. Diantara kerumunan penonton itu muncul bapak Marjan. Herannya, ni bapak terbang kali ya… koq uda bisa nyampe duluan di depan. Si bapak memberikan pertolongannya yang terakhir, memberi jalan buat mobil kami diantara penonton yang padat itu dan tersenyum hormat.

Terima kasih pak Marjan…

Hari ini bener2 istimewa. ^_^

February 09, 2006

Lombok... Lombok... and Lombok...

LOMBOK

. The island of art, culture, and everything u want to be in your holiday.

Lombok

may be not

Bali

, sang pulau dewata.

Lombok

may be not

Jakarta

, dimana lo bisa nemuin dept. store yang megah. But, I promise u, the moment in

Lombok

is unforgettable.

 

Semua ada di sini. Mau ngapain? Diving, surfing, snorkeling di taman laut gili terawangan, climbing di Rinjani, canoing di Senggigi Beach, off road-ing, or… just manc-ing di Suranadi. Alamnya; pantai, gunung, gili, air terjun. Handycraftnya; mutiara, kerajinan tembikar, kain songket, jajanan. Kebudayaannya, masyarakat yang ramah, dan-yang paling penting-…. Makanannya! Huahhhh, tajam karena pedasnya. Pertama gw kira, nama pulau ‘

Lombok

’ itu karena makanannya yang pedes abiees, ternyata bukan.

 

Pernah denger Kuta Lombok? Pantai pasir putih, yang pasirnya bulet2 kaya merica. Gw bisa bertahan berjam2 buat diem, duduk, ngelamun disini... Selain Kuta, sepanjang garis pulau ini merupakan pantai yang cantik. Kalo kesasar di

Lombok

, bisa2 lo nemuin pantai baru yang belom pernah dijamah orang. It’s a virgin one. Pantai di Lombok masih perawan. Putih… bersih…

 

It’s such a paradise. Setiap sudut pulau ini merupakan angel yang perfect buat poto2. Jepret ke kanan, ke kiri, ke bawah, depan, belakang, gak da yang cacat. Camdig gw gak pernah istirahat…

Gw bersyukur bokap gw dulu ditakdirkan buat dinas kerja disini, jadilah tempat kelahiran gw Mataram, dan gw bisa kenal pulau ini. Walopun… Ampe sekarang belum juga bisa bahasa daerahnya. He… :p Lasingan… Sulit lalo’! (Abisnya, sulit banget sih. Red).

Kalo lagunya BIP bilang, ‘bintang hidup’nya yang menjadi inspirasi hidup. Buat gue,

Lombok

is my inspiration. Aku selalu berdiri untukmu, dikala kau diterjang busung lapar, banjir banding, kerusuhan, kau tetap super island-koe. Hueheuhue…

 

Hmmm… This holiday may be the best moment in my life. 4 hari berturut2 jalan, menjelajah

Lombok

. Whoaaaa…. Tiada yang dapat menandinginya… trust me…

Thanks pren… Buat bikin liburan gw jadi sempurna…

 

I will never forget the moment…

I will never forget when we ride home and we re slept in the car…

I will never forget the bideng basong…

I will never forget the joke…

I will never forget our song…

I will never forget the sunset…

I will never forget the jagung bakar...

I will never forget that night…

I will never forget Pak Jul… :p

I will never forget our adventure…

I would never…

 

Urgh… Gw beraaat banget buat pergi dari sini. I always want one more trip… one more day… One more…

I wonder if I just leave my study. And just be here for the rest of my life…

 

PLUP! Tapi itu gak mungkin…. L

 

Dan… satu pesan dari kami untuk para traveller sejati. Siap2 aja packing, siapin baju renang, sun block, camdig, duit, buat ngalamin hal yang sama seperti kami. Karena gw dkk punya satu misi mulia untuk membawa kalian menuju the ‘island in the sun’ ini. Doakan gak hanya planning yg tak terwujud ya…

 

This is my first blog. Wish u give a comment for this. Thankkyu… ^_^