Blog baru eeuuyy!!
Blog baru:
alwaysrun.wordpress.com
Blog baru:
alwaysrun.wordpress.com
Gak pernah nulis lagi...
RPL Labz- inilah keadaan lab RPL tercinta saat malam hari dan study group web mading berjalan. siapakah makhluk2 yang hidup disini? Terhitung mulai dari akuarium, duduk di meja komputer sampe ruang lorong 'L'
Mbak Desty: buka Dreamweaver gak jelas, belajar CSS apa ngelamun mbak?
Aruna: bikin blog euy
Mika: bikin flash Perpajakan, sambil ngegosip 'dangdut 2' ama gw. wkwkwkwk....
Afi, Isa, Helena: mendengarkan Bayu dengan baik yang menjelaskan tentang CSS.. hmmm....
pukul 20.33: Yoyo nelpon, "mbak... gimana sg nya jalan gak? ada berapa orang yang dateng?"
gw: "iya yo... jalan koq..."
Bayu: menerangkan tentang CSS
Kak Didit: ngerusuhin ajah, nembakin semua orang di lab. dor, dor, mati semuaaa....
Kak Riyandi: rruunn... runnn... rruunn... -sumpeh, cerewet banget ini orang-
Vira: berdiskusi hangat dengan mbak desty
Kak Zepthin, Kak Singgih, Kak Joel, Mb Pipit, Kak Iphoenk, Kak Erwin di ruang sebelah, gak tau deh ngapain.
dan yang lain, lain....
-luv u all-
Asal muasal berjalannya rencana Tuhan akan terlahirnya
seorang Aruna Anggayasti Priyanto, Kharisma Nusanta Priyanto-kakak gw- dan
menyusul kemudian adik gw, Helmika Mahendra Priyanto ke dunia, adalah pada hari
itu. Suatu hari di sekitar tahun 70’ an, mungkin, saat pemuda berambut keribo
ala Ahmad Albar dengan latar
Denger bokap gw cerita masalah kisah cintanya ama nyokap gw bisa ngabisin waktu dari jam 11 malem sampe jam 2 pagi plus 3 gelas kopi sebagai penyemangat. Walopun sebenernya gw sama kakak gw udah denger berulang kali, kami masih menjadi pendengar setia. Mau gak mau, karena bokap gw emang pencerita yang hebat, atau memang ceritanya yang cukup hebat. Memang gak se dramatis drama Jepang atau film Bollywood tapi cukup menginspirasi kami tentang HIDUP. Elaaaa…… jangan kesedek ya gw ngomong gene.
Yup, perjuangan dua sejoli ini emang bener2 dari bawah.
Mereka pacaran di angkot antar Malang-Surabaya. Bokap gw nyopir, nyokap gw nemenin, jadi kenek? Gak tau. Bokap nyopir, bukan buat bayar kuliah tapi diluar itu, buat biaya gaul. Katanya si, klo di itung2, untung dari nyopir itu lumayan banget. Yang klo jaman sekarang, kerjaan part time yang keren itu jadi waitress di kafe2, hhmmm… mungkin jaman dulu kerja part time ya ini, nyopir angkot.
Sudahlah model pacaran mereka yang aneh, tertanyata tidak direstui pula oleh kakek. Si Budi yang saat itu hanya anak kuliahan, belum lulus, belum punya penghasilan tetap dan urakan, gak sebanding dengan calon2 suami yang lain, ada dokter, ada… pokoknya sudah kerja semua deh. Tapi saat nyokap-muda- ditanya mau yang mana, gadis kurus yang duduk menunduk bernama Nuniek itu kekeuh berkata “MasTok aja…” (Mastok panggilan sayang nyokap ke bokap), kakek Soebadi dan keluarga besar yang hadir di sidang itu pun tak berkutik…
Emang bokap gw seorang pemberontak, bukan penurut, masih nekad nyuri2 anak orang buat pacaran. Curi2 waktu, curi2 alesan. Backstreet ceritanya. Aahh… indahnya sinetron.
Pernikahan pun terjadi sederhana, yang lebih mirip kawin
lari. Suatu hari kedua sejoli itu membulatkan tekad, nyokap gw kabur dari rumah,
loncat jendela. Sang kakek belum merestui, mungkin cuma menjalankan ijab
Habis kawin, tak direstui pula, otomatis harus hidup mandiri.
Untungnya bokap udah lulus dari kuliah. Dengan berbekal ijazah di tangan, bokap melamar kerjaan apa saja asal bisa menghidupi satu manusia yang sekarang menjadi tanggung jawabnya, istrinya. Apa saja, sampe2 bokap pernah ngelamar jadi kuli bangunan, dan dijawab oleh mandor, mas, lulusan sarjana ngapain ngelamar kerja kaya gini…
Dan akhirnya, bokap gw dapet kerja as PNS di PU alias
Pekerjaan Umum-buat kalian yang gak tau- dan harus bersedia dengan penempatan di derah manapun. Waktu itu, tawarannya
ada Sulawesi Mana Lupa dan NTB. Yaa…. Anda benar! Akhirnya kedua insan itu
merantau ke Lombok pada tahun 80’ an.
Tahun 1982, lahirlah bayi laki2 yang putih, cakep, rambut lurus, kakak gw.
Tahun 1987, lahirlah bayi perempuan berkulit hitam, keriting, berhidung pesek, itu gw…
Jangan bingung, jangan heran, hidung gw dulu emang pesek sek sek… Gak tau kenapa, sekarang bisa mencuat tak terkendali. Bu de2 dan Tante2 gw bilang, dulu hidungnya rajin di tarik2 sama ibu biar mancung ya… Gak sama sekali. Saat gw dan kakak gw berada di reuni keluarga, selalu dibilang, Risma mirip ibu e, Angga-panggilan lain gw- mirip Tatok-bokap gw-. Ayahanda, jangan marah, mirip bapak berarti gak cakep kaya ibu.
Saat gw belum kelar TK, bokap boyong keluarganya ke
Setelah belajar di
And life goes on…
Bokap menyelesaikan sisa ceritanya dengan petuah2-seperti biasa- sambil menyeruput kopi. Mas Risma juga. Gw kopi susu. Sudah lewat pagi, ibu nungguin nih. Keluarlah kami dari kafetaria atau coffee shop itu.
Sekarang, saat umur mereka hampir genap 50, saat gw liat adegan bokap protes karena tempenya kurang garem, dan nyokap ngomel ngingetin masalah kesehatan, gw masih bisa lihat ke-Romantisan-isme mereka.
Ini cuma sepenggal kisah diantara kisah2 hebat dan inspiratif lain yang mungkin juga sering kalian dengar dan disumpal2 masuk ke telinga kalian oleh orang tua kalian.
Kadang2 gw pikir, keluhan2 kita saat ini tidak sebanding dengan perjuangan orang tua kita pada jaman dulu yang pasti dramatis bak film nya Rhoma Irama dan Rano Karno tadi. Gw hampir percaya kalo, sengsara mengabadikan cinta. Dikasi quote biar lebih dramatis:
“Sengsara Mengabadikan Cinta…”
-Seandainya ortu gw
punya account di friendster dan baca blog ini, bakal komen apa ya…-
-Buat anak2 RPL yang ribet bet-
Wahai para wanita disana, sadarlah kalian telah menyusahkan para pria. Disaat kalian bimbang, hanyut dengan lagu2 cinta dan terbuai dengan rayuan tapi masih gak memutuskan apa2.
Menghindar dari Mr. Asik karena dia tidak terlalu Right.
Menghindar dari Mr.Right karena dia tidak terlalu Asik.
Suatu saat kamu kenalan dengan Mr. Asik, kalian langsung cocok. Kamu merasa dialah orang yang tepat. Tapi, makin lama... You think too much. Terlalu banyak pertimbangan. Kamu ingin yang lebih dari sekedar Mr. Asik. Kemudian kamu berjalan menjauh...
karena dia disanan, Mr. Right, menunggumu, dia ganteng, baik, masa depan cerah, everything you want is belong to him. But, ooh... why there's no chemistry? He come at the right time, telling you the right words, but you don't know why you don't feel anythin. Kamu cuma perlu ngomong satu kata ini, "YES!" But, you didn't...
You didn't...
Akhirnya kamu bilang, "lebih baik kita temenan aja..." dan bertambah satu lagi pria kecewa karena penolakanmu, penolakan yang sangat beraaat bagimu... Kamu merasa jahat, tapi mau bagaimana lagi. karena itu keputusan terbaik yang bisa kamu ambil untuk saat itu.
Kamu sadar kamu terlalu mencari detail yang tepat, mungkin perpaduan antara Mr. Asik dan Mr. Right, atau karena alasan2 lain.
Dan kamu bertahan dengan alasan itu...
terserah. itu memang kekuatan kita, kaum ibu Kartini. The strength of woman.
Kartini pun butuh Kartono. yang mana sebenarnya Kartono mu?
...
Tapi, gw pikir2, who cares lah about Kartono2an. kita masih punya temen2 di sekitar kita yang bersedia membantu dan menopang kita saat seneng atau sedih. Buat gw, lebih penting nyari temen baru daripada nyari pacar baru. Lebih penting ngejaga hubungan kita ama sobat daripada mati2an ngejer cowo/cewe gebetan lo.
Tidak ada rotan, akar pun jadi.
Tidak ada pacar, temen pun jadi.
Pacar bisa dateng sendiri kalo lo percaya yang namanya jodoh di tangan Tuhan.
lagipula cinta gak bisa dipaksakan bukan? alah...
Recent Comments